Rabu, 16 Juni 2010

Apa Itu Mikrokontroler ?

Ini dia otak utama dari sistem robot. kebanyakan robot yang tanding di kontes-kontes robot indonesia mengunakan mikrokontroler ini. jadi jika ingin belajar robotika, hal pertama adalah harus mengetahui dahulu tentang mikrokontroler ini. bagaimana cara menggunakan mikrokontroler ini akan saya bahas pada postingan berikutnya, mulai dari membuat sistem minimum, downloadernya, sampai langkah-langkah mengisikan program ke dalam chip ini. dan jika sudah mahir kita akan membuat robot sungguhan, jadi sabar dulu ya, step by step. yang pertama baca uraian singkat dibawah ini, jika kurang banyak cari aja di paman google, banyak kok.


Mikrokontroler adalah suatu keping IC dimana terdapat mikroprosesor dan memori program (ROM) serta memori serbaguna (RAM), bahkan ada beberapa jenis mikrokontroler yang memiliki fasilitas ADC, PLL, EEPROM dalam satu kemasan. Penggunaan mikrokontroler dalam bidang kontrol sangat luas dan populer. 

Ada beberapa vendor yang membuat mikrokontroler diantaranya Intel, Microchip, Winbond, Atmel, Philips, Xemics dan lain - lain. Dari beberapa vendor tersebut, yang paling populer digunakan adalah mikrokontroler buatan Atmel. Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard’s Risc prosesor) memiliki arsitektur RISC 8 bit, di mana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing), sedangkan seri MCS 51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing). Secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing – masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang
digunakan, mereka bisa dikatakan hampir sama. Oleh karena itu, dipergunakan salah satu AVR produk Atmel, yaitu ATMega8535. Selain mudah didapatkan dan lebih murah ATMega8535 juga memiliki fasilitas yang lengkap. Untuk tipe AVR ada 3 jenis yaitu AT Tiny, AVR klasik, AT Mega. Perbedaannya hanya pada fasilitas dan I/O yang tersedia serta fasilitas lain seperti ADC,EEPROM dan lain sebagainya. Salah satu contohnya adalah AT Mega 8535. Memiliki teknologi RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz membuat ATMega8535 lebih cepat bila dibandingkan dengan varian MCS 51. Dengan fasilitas yang lengkap tersebut menjadikan ATMega8535 sebagai mikrokontroler yang powerfull.


Beberapa karakteristik dan fitur yang dimiliki mikrokontroler ATmega8535 antara lain:
·        Resolusi data 8 bit.
·        Arsitektur RISC.
·        8 kByte In System Programmable Flash.
·        512 Bytes EEPROM.
·        512 Bytes SRAM internal.
·        8 channel, 10 bit resolusi ADC.
·        4 channel PWM.
·        2 timer/counter 8 bit.
·        1 timer/counter 16 bit.
·        Osilator internal yang dikalibrasi.
·        Internal dan eksternal sumber interrupt

Konfigurasi pin ATMega8535 sebagai berikut:

  1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya. 
  2. GND merupakan pin ground. 
  3. Port A (PA0..PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC. 
  4. Port B (PB0..PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter,komparator analog,dan SPI. 
  5. Port C (PC0..PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI,komparator analog dan Timer Oscillator. 
  6. Port D (PD0..PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu komparator analog,interupsi eksternal,dan komunikasi serial.
  7.  RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. 
  8. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock ekstenal. 
  9.  AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.
  10.  AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC. 
Untuk memprogram mikrokontroler dapat menggunakan bahasa assembler atau bahasa tingkat tinggi yaitu bahasa C. Bahasa yang digunakan memiliki keunggulan tersendiri, untuk bahasa assembler dapat diminimalisasi penggunaan memori program sedangkan dengan bahasa C menawarkan kecepatan dalam pembuatan program. Untuk bahasa assembler  dapat digunakan  AVR Studio untuk AVR, sedangkan bahasa C perlu menggunakan AVR Studio yang dikolaborasikan dengan WinAVR

Untuk  sistem minimum atmega8535 dan downloadernya akan saya jelaskan pada postingan berikutnya. pada postingan sebelumnya ada skema downloader, tapi itu merupakan downloader yang sederhana, nanti akan saya jelaskan pembuatan downloader port db25 yang lebih bagus dan juga downloader USB. sabar ya




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan isi komentar yang dapat membangun blog ini. Atas komentarnya saya ucapkan terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...