Ok sambil menunggu seminar skripsi iseng-iseng nambah lagi postingan di blog ini. Meneruskan teknik scaning pada postingan sebelumnya yaitu menampilkan data dengan 7 segment kita akan memanfaatkan teknik scaning ini untuk membuat running text dengan dot matrix. Bongkar file lagi deh dikompi....untung masih ada...jadi inget dulu butuh waktu hampir 1 bulanan untuk mengerti bagaimana cara kerja sampai membuat dot matriks ini. Sebelumnya kita perlu mengetahui prinsip kerja dari dot matrik terlebih dahulu. Lihat gambar dibawah ini
Tampilkan postingan dengan label Mikrokontroler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrokontroler. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Januari 2013
Membuat Running Text Dengan Dot Matrix
Ok sambil menunggu seminar skripsi iseng-iseng nambah lagi postingan di blog ini. Meneruskan teknik scaning pada postingan sebelumnya yaitu menampilkan data dengan 7 segment kita akan memanfaatkan teknik scaning ini untuk membuat running text dengan dot matrix. Bongkar file lagi deh dikompi....untung masih ada...jadi inget dulu butuh waktu hampir 1 bulanan untuk mengerti bagaimana cara kerja sampai membuat dot matriks ini. Sebelumnya kita perlu mengetahui prinsip kerja dari dot matrik terlebih dahulu. Lihat gambar dibawah ini
di
10.17
Senin, 07 Januari 2013
Menampilkan data dengan 7 segment
Bingung nch mau ngapain minggu-minggu menunggu seminar skripsi akhirnya teringat ada temen kampus yang tanya tentang 7 segment mulai dech membongkar file-file di komputer tentang 7 segment yang udah sy buat dulu. ok sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu seven segment. Ringkasnya 7 segment merupakan komponen yang berfungsi sebagai penampil karakter angka dan karakter huruf. 7 segment tersusun atas led-led. lihat gambar dibawah ini untuk lebih jelasnya.
di
23.50
Kamis, 13 Desember 2012
Senin, 09 Juli 2012
Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) part #1
ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991.Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan riset di Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.
di
08.25
Kamis, 21 Juni 2012
Jumat, 23 Maret 2012
Sensor jarak Ultrasonik PING dengan Atmega8535 dan program Code Vision
Sensor Ping merupakan sensor untuk mengukur jarak. pada postingan sebelumnya juga sudah dijelaskan bagaimana coding sensor PING tapi menggunakan AVR Studio. Bagaimana cara mengaksesnya...?
di
14.11
Senin, 27 Februari 2012
Simulasi Komunikasi Serial dengan Proteus
Buat para newbie di bidang Mikrokontroler untuk mempelajari komunikasi serial mungkin akan sedikit repot. Karena sekarang udah jarang PC dan laptop yang masih menyediakan port serial atau biasa disebut DB9. Atau bahkan ada yang ingin belajar programing mikro tapi ga punya hardwarenya. Nah trus gimana donk biar bisa tetep mempelajari komunikasi serial..?? Buat yang ingin mempelajari komunikasi serial dan ga punya laptop ato pc yang masih ada port serial nya kita bisa memakai software2 ini.. untuk membuat port serial virtual kita bisa memakai software vspe. Silahkan download disini http://www.eterlogic.com/downloads/SetupVSPE.zip
di
10.45
Jumat, 16 Desember 2011
Kendali Kecepatan Kipas Menggunakan Mikrokontroler dan Sensor Suhu LM35
Postingan kali ini berjudul Kendali Kecepatan Kipas Menggunakan Mikrokontroler dan Sensor Suhu LM35. Proyek kali ini yaitu kita akan mengatur kecepatan putar kipas berdasarkan sensor suhu LM35. Ketika suhu yang diterima sensor suhu LM35 tinggi maka kecepatan putar kipas akan tinggi, ketika suhu menurun maka kecepatan putar kipas juga akan menurun. Untuk skematiknya bisa dilihat dibawah ini:
di
17.46
Selasa, 06 Desember 2011
Lampu Cepat Tepat Dengan Mikrokontroler
Setelah pada postingan sebelumnya membuat lampu cepat tepat dengan menggunakan PLC, pada postingan ini saya tertarik untuk membuat lampu cepat tepat atau bel kuis menggunakan mikrokontroler.
di
17.29
Minggu, 14 Agustus 2011
Belajar Program Sederhana dengan Code Vision (CAVR)
Bagi pemula yang ingi belajar program mikrokontroler dapat belajar dengan program sederhana seperti untuk menghidup atau mematikan lampu menggunakan tombol switch botton. pada postingan sebelumnya kita banyak belajar menggunakan program AVR Studio namu kali ini kita akan belajar programer menggunakan software CVAR. Bagaimana programnya ikuti tulisan dibawah ini.
Switch & LED 1
Deskripsi
Membaca saklar toggle pada PINA.6 dan PINA.7 untuk memilih rutin atau fungsi pilihan. Kondisi saklar toggle ini akan dibaca oleh mikrokontroler ketika power up (power pertama kali dinyalakan). Data saklar akan disimpan pada variable Flag. Kemudian mikrokontroler akan memantau push button Start yang dipasang di PINA.5. Jika tombol start belum di tekan (PINA.5==0), maka mikrokontroler tetap memantau kondisi tombol Start. Ketika tombol Start ditekan (PINA.5==1), maka mikrokontroler akan menjalankan fungsi sesuai data saklar toggle.
Source Code :
#include <mega8535.h>
#include <mega8535.h>
#include <delay.h>
// Declare your global variables here
unsigned char Flag;
void nyala1()
{ while(1)
{
PORTC=0×01;
delay_ms(1000);
PORTC=0×00;
delay_ms(1000);
}
}
void nyala2()
{ while(1)
{
PORTC=0×02;
delay_ms(1000);
PORTC=0×00;
delay_ms(1000);
}
}
void nyala3()
{ while(1)
{
PORTC=0×03;
delay_ms(1000);
PORTC=0×00;
delay_ms(1000);
}
}
void nyala4()
{ while(1)
{
PORTC=0×04;
delay_ms(1000);
PORTC=0×00;
delay_ms(1000);
}
}
void main(void)
{
Flag=PINA & 0b11000000; // Baca saklar toggle
while (PINA.5==0){} // Tombol Start ditekan?
switch (Flag)
{ case 0×00: nyala1(); break;
case 0×40: nyala2(); break;
case 0×80: nyala3(); break;
case 0xC0: nyala4(); break;
}
while (1)
{
// Place your code here
};
}
setelah selesai dibuat di CAVR maka kompile dan download ke mikrokontroler ATmega8535, bisa menggunakan downloader serial, paralel ataupun USB.
sumber: hendawan.wordpress.com
SELAMAT MENCOBA
tags : Informasi Elektronika dan Teknologi, Belajar Program Sederhana dengan Code Vision (CAVR)a, CVAR, mikrokontroler, LED, Program
di
07.53
Minggu, 17 Juli 2011
Membuat Sendiri “USB TO SERIAL CONVERTER” Dengan Microcontroller AVR ATMEL ATmega8
Pada artikel berikut akan dibahas bagaimana caranya mengimplementasikan dan membuat Converter USB to Serial sendiri dengan microcontroller ATmega8. Pada ATmega8 ini nanti akan diberikan source code firmwarenya Free dan bisa di download di bagian bawah.
Karena pada ATmega8 tidak tersedia fasilitas untuk komunikasi dengan USB, maka mau tidak mau protokol komunikasi data dengan USB harus dibuat sendiri pada firmware tersebut. Untuk panduan belajar protokol USB bisa dilihat di bagian lain di Website ini atau klik link berikut untuk melihatnya. Pada firmware yang bisa didownload sudah ada code untuk menghandle protokol usb, sehingga bisa langsung digunakan, tetapi jika anda ingin menambahkan fasilitas lain, anda bisa meng-edit firmware tersebut. Firmware yang disediakan ditulis dalam bahasa assembler yang bisa di kerjakan dan di compile dengan AVR Studio 4. Selain code Assemblernya disertakan juga code Hexa-nya hasil kompilasi dari AVR Studio 4 yang bisa langsung di masukkan di IC-nya.
Berikut ini adalah gambar schematic rangkaian USB to Serial converter dengan ATmega8
Line data USB yaitu D+ dan D- dihubungkan dengan PB0 dan PB1 pada ATmega8, koneksi ini tidak boleh dirubah karena pada pin ini bisa dilakukan transfer data dengan kecepatan tinggi. Agar terjadi suatu koneksi dan pen-signal-an yang bagus antara USB dan devais ini, maka ATmega8 akan diperkerjakan pada kecepatan data Low Speed yaitu dengan cara mem-pull-up resistor 1k5 Ohm pada line data D-. Untuk komponen yang lain hanya digunakan sebagai pelengkap agar system dapat beropersai dengan bagus, misalnya Xtall digunakan sebagai clock dan capacitor digunakan sebagai filter power supply.
Jika pada rangkaian ini anda menginginkan USB to RS-232 converter maka anda perlu menambahkan IC MAX 232 sebagai converter dari Level TTL ke level RS232. Jika hanya ingin digunakan untuk mengontrol LED anda bisa langsung hubungkan ke PIN I/O langsung yang di seri dengan resistor sebelumnya.
Untuk implementasi firmwarenya sebagai penerima dan coding dari USB protocolnya, akan menerima semua paket data dari USB dan kemudian disimpan di dalam internal buffer. Dimulai dari penerimaan pertama yang diperoleh dari external interrupt (INT0) adalah data untuk “sync pattern”, selama proses penerimaan hanya paket yang terakhir yang di check yaitu signal EOP (End of Packet). Setelah proses penerimaan berhasil, berikutnya firmware akan mong-coding sejumlah paket data yang diterimanya dan kemudian menganalisanya. Sekali lagi karena protocol USB ini sangat sulit anda bisa baca lagi protocol USB pada Link berikut. Proses penerimaan data pada USB secara umum bisa dilihat pada alur flowchart berikut.
Jika pada rangkaian ini anda menginginkan USB to RS-232 converter maka anda perlu menambahkan IC MAX 232 sebagai converter dari Level TTL ke level RS232. Jika hanya ingin digunakan untuk mengontrol LED anda bisa langsung hubungkan ke PIN I/O langsung yang di seri dengan resistor sebelumnya.
Untuk implementasi firmwarenya sebagai penerima dan coding dari USB protocolnya, akan menerima semua paket data dari USB dan kemudian disimpan di dalam internal buffer. Dimulai dari penerimaan pertama yang diperoleh dari external interrupt (INT0) adalah data untuk “sync pattern”, selama proses penerimaan hanya paket yang terakhir yang di check yaitu signal EOP (End of Packet). Setelah proses penerimaan berhasil, berikutnya firmware akan mong-coding sejumlah paket data yang diterimanya dan kemudian menganalisanya. Sekali lagi karena protocol USB ini sangat sulit anda bisa baca lagi protocol USB pada Link berikut. Proses penerimaan data pada USB secara umum bisa dilihat pada alur flowchart berikut.
Firmware secara umum dibagi menjadi beberapa bagian blok utama, yaitu :
Interrupt Routine
Decoding Routine (Termasuk NRZI Encoding, BitStuffing Removal/Addition).
USB Reception
USB Transmission
Requested Action Decoding
Performing Requested Custom Actions
User dapat menambah function function tertentu kedalam firmware, seperti function untuk membuat “Customer-Specific”, function untuk “Direct Pin Control” dan lain sebagainya. Untuk firmware lengkapnya bisa anda download di bagian bawah.
Untuk ATmega8 yang akan dipakai berikut support untuk 800 byte FIFO buffer, dengan baudrate 300 sampai 115200 baudrate, databit (5,6,7,8), stopbit (1,2), dan parity-nya (none, odd, even, mark, space).
Dengan menggunakan ATmega8 ini ada beberapa kemungkinan fitur yang bisa ditambahkan misalnya :
USB read/write ke dalam internal memori EEPROM yang berukuran 512 byte untuk menyimpan data misalnya data kalibrasi atau data kode produk.
Kemungkinan untuk memanfaatkan PWM dan ADC (Analog to Digital Converter) yang ada pada ATmega8.
Dengan space memori program yang masih besar, user bisa menambahkan fasilitas lain misalnya untuk USB to I2C converter atau USB to Serial PS2 dan converter – converter yang lain.
User bisa membuat / menambahkan semacam bootloader kedalam ATmega8, sehingga apabila ingin dilakukan Upgrade Firmware cukup dilakukannya lewat USB.
Pada contoh artikel dibawah ini digunakan Delphi sebagai program antarmuka di komputernya. Untuk source code dan executable Delphi ini bisa di download dibagian bawah. Bentuk program delphi executablenya seperti pada gambar dibawah
Interrupt Routine
Decoding Routine (Termasuk NRZI Encoding, BitStuffing Removal/Addition).
USB Reception
USB Transmission
Requested Action Decoding
Performing Requested Custom Actions
User dapat menambah function function tertentu kedalam firmware, seperti function untuk membuat “Customer-Specific”, function untuk “Direct Pin Control” dan lain sebagainya. Untuk firmware lengkapnya bisa anda download di bagian bawah.
Untuk ATmega8 yang akan dipakai berikut support untuk 800 byte FIFO buffer, dengan baudrate 300 sampai 115200 baudrate, databit (5,6,7,8), stopbit (1,2), dan parity-nya (none, odd, even, mark, space).
Dengan menggunakan ATmega8 ini ada beberapa kemungkinan fitur yang bisa ditambahkan misalnya :
USB read/write ke dalam internal memori EEPROM yang berukuran 512 byte untuk menyimpan data misalnya data kalibrasi atau data kode produk.
Kemungkinan untuk memanfaatkan PWM dan ADC (Analog to Digital Converter) yang ada pada ATmega8.
Dengan space memori program yang masih besar, user bisa menambahkan fasilitas lain misalnya untuk USB to I2C converter atau USB to Serial PS2 dan converter – converter yang lain.
User bisa membuat / menambahkan semacam bootloader kedalam ATmega8, sehingga apabila ingin dilakukan Upgrade Firmware cukup dilakukannya lewat USB.
Pada contoh artikel dibawah ini digunakan Delphi sebagai program antarmuka di komputernya. Untuk source code dan executable Delphi ini bisa di download dibagian bawah. Bentuk program delphi executablenya seperti pada gambar dibawah
Download Section :
Program antarmuka dengan Delphi
DLL dan Driver
Source Code Firmware ATmega8 dan file hasil kompilasinya
Resource :
http://www.usb.org
http://www.atmel.com
http://www.cesko.host.sk/
Program antarmuka dengan Delphi
DLL dan Driver
Source Code Firmware ATmega8 dan file hasil kompilasinya
Resource :
http://www.usb.org
http://www.atmel.com
http://www.cesko.host.sk/
di
20.45
Kamis, 02 Juni 2011
Membuat Sensor Suhu dengan LM35 dan mikrokontroler ATmega8535
Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.
Meskipun tegangan sensor ini dapat mencapai 30 volt akan tetapi yang diberikan kesensor adalah sebesar 5 volt, sehingga dapat digunakan dengan catu daya tunggal dengan ketentuan bahwa LM35 hanya membutuhkan arus sebesar 60 µA hal ini berarti LM35 mempunyai kemampuan menghasilkan panas (self-heating) dari sensor yang dapat menyebabkan kesalahan pembacaan yang rendah yaitu kurang dari 0,5 ºC pada suhu 25 ºC .
Gambar diatas menunjukan bentuk dari LM35 tampak depan dan tampak bawah. 3 pin LM35 menujukan fungsi masing-masing pin diantaranya, pin 1 berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau tengah digunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan jangkauan kerja dari 0 Volt sampai dengan 1,5 Volt dengan tegangan operasi sensor LM35 yang dapat digunakan antar 4 Volt sampai 30 Volt. Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10 mV setiap derajad celcius sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut :
VLM35 = Suhu* 10 mV
Secara prinsip sensor akan melakukan penginderaan pada saat perubahan suhu setiap suhu 1 ºC akan menunjukan tegangan sebesar 10 mV. Pada penempatannya LM35 dapat ditempelkan dengan perekat atau dapat pula disemen pada permukaan akan tetapi suhunya akan sedikit berkurang sekitar 0,01 ºC karena terserap pada suhu permukaan tersebut. Dengan cara seperti ini diharapkan selisih antara suhu udara dan suhu permukaan dapat dideteksi oleh sensor LM35 sama dengan suhu disekitarnya, jika suhu udara disekitarnya jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah dari suhu permukaan, maka LM35 berada pada suhu permukaan dan suhu udara disekitarnya .
Jarak yang jauh diperlukan penghubung yang tidak terpengaruh oleh interferensi dari luar, dengan demikian digunakan kabel selubung yang ditanahkan sehingga dapat bertindak sebagai suatu antenna penerima dan simpangan didalamnya, juga dapat bertindak sebagai perata arus yang mengkoreksi pada kasus yang sedemikian, dengan mengunakan metode bypass kapasitor dari Vin untuk ditanahkan. Berikut ini adalah karakteristik dari sensor LM35.
1. Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
2. Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC seperti terlihat pada gambar 2.2.
3. Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
4. Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
5. Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
6. Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
7. Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
8. Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
Gambar berikut adalah blok sederhana untuk mengilustasikan koneksi antara modul LM35 dengan mikrokontroler AVR ATmega. Pin output LM 35 di hubungkan ke pin A0 mikrokontroler. GND keduanya harus dipastikan terhubung agar memiliki referensi tegangan yang sama. Jika keduanya menggunakan catu daya yang sama, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena pasti GND-nya sudah menjadi satu.
Program membaca data sensor melalui kaki ADC0. Data hasil konversi ADC tersebut kemudian dikalkulasi untuk mendapatkan nilai suhu terukur. Selanjutnya, mikro mengirimkan data ADC dan SUHU ke port serial. Tidak sulit bukan. untuk program akan saya lanjutkan kemuadian
download datasheet lm35: http://www.ziddu.com/download/15212301/LM35.pdf.html
di
11.28
Rabu, 01 Juni 2011
Rabu, 25 Mei 2011
Membuat Variabel Adaptor dengan IC Regulator LM317
Jika kita sering membuat rangkaian elektronika pasti kita butuh yang namanya power supply. Dipasaran sudah banyak juga dijual berbagai macam jenis power supply ini. Tapi masalahnya bagaimana jika kita membutuhkan tegangan yang berbeda-beda untuk berbagai jenis rangkaian.
di
23.51
Selasa, 24 Mei 2011
Mengenal IC Timer 555
Di dalam dunia elektronika, baik analog maupun digital, IC 555 sangat banyak dijumpai sebagai komponen utama pewaktu (timer) dan pembangkit pulsa (pulse generator). Hal ini disebabkan karena selain harganya yang murah, juga karena IC 555 sangat mudah dalam perancangan dan stabil saat digunakan.
di
13.50
Kamis, 19 Mei 2011
Cara Memakai Sensor Ultrasonik Ping dengan mikrokontroler ATmega8535
Ping))) Ultrasonic Range Finder, adalah modul pengukur jarak dengan ultrasonic buatan Paralax Inc. yang didesain khusus untuk teknologi robotika. Dengan ukurannya yang cukup kecil (2,1cm x 4,5cm), sensor seharga 300 ribu rupiah ini dapat mengukur jarak antara 3 cm sampai 300 cm. Keluaran dari Ping))) berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan jarak. Lebar pulsanya bervariasi dari 115 uS sampai 18,5 mS.
Pada dasanya, Ping))) terdiri dari sebuah chip pembangkit sinyal 40KHz, sebuah speaker ultrasonik dan sebuah mikropon ultrasonik. Speaker ultrasonik mengubah sinyal 40 KHz menjadi suara sementara mikropon ultrasonik berfungsi untuk mendeteksi pantulan suaranya. Pada modul Ping))) terdapat 3 pin yang
di
09.29
Rabu, 11 Mei 2011
Membuat indikator level Tegangan dengan IC LM 3914
Rangkaian Indikator level tegangan adalah suatu rangkaian yang digunakan untuk mengukur level tegangan battery / accu. Komponen utama dari rangkaian indikator level baterai ini adalah sebuah IC LM3914. LM 3914 pada “rangkaian indikator level baterai” adalah sebuah IC monolitik yang mendeteksi tegangan analog, dan menggerakan 10 LEDyang menghasilkan tampilan analog secara linier terhadap tegangan input yang diberikan. IC LM 3914 adalah IC yang mudah kita dapatkan dipasaran dan tidak mahal. IC LM3914 pada rangkaian indikator level baterai ini sering kita jumpai pada
di
14.55
Sabtu, 07 Mei 2011
Belajar AVR Studio 4
AVR Studio 4 merupakan software buatan ATMEL corporation. Software ini biasa digunakan untuk mensimulasikan program yang telah dibuat Jadi kita bisa mengetahui jalannya program tanpa harus mendownload ke microcontroller. Kita bisa mendownload software ini dihttp://www.atmel.com
di
07.48
Kamis, 07 April 2011
Menampilkan data dari mikrokontroler ke LCD 2x16
Ingin menampilkan data dari mikrokontroler ke LCD ...? anda bingung caranya..? Pada postingan kali ini, saya ajak anda untuk belajar bagaimana menampilkan data dari mikrokontroler ke LCD. Untuk mikrokontroler kita menggunakan Atmega 8535 dan LCD 2x16.
Adapun keterangan kaki LCD 2x16 yaitu sebagai berikut:
di
14.47
Kamis, 30 September 2010
Menggunakan Kompas Digital CMPS03
Kompas merupakan alat untuk navigasi untuk penunjuk arah, dalam blog ini menyajikan kompas magnetik sebagai penunjuk arah yang biasa di gunakan pada robot KRCI sebagai navigasi robot pada arah mana. Penggunaan kompas CMPS03 menggunakan jalur I2C.Mikrokontroller yang saya gunakan adalah AVR ATmega16 dan bahasa C.Beberapa komponen saya tambahkan dalam kompas ini untuk komunikasi kompas dengan mikrokontroller AVR ATmega16.modul kompas membutuhkan tegangan 5 V pada nominal 15mA karena menggunakan I2C kita menggunakan 5 jalur sajah yaitu :
di
23.19
Langganan:
Postingan (Atom)














